Slider One
Detail Berita

RIWAYAT HIDUP KYAI HAJI RADEN ABDULLAH BIN RADEN MUHAMMAD NUH BIN RADEN MUHAMMAD IDRI

22 Desember 2016 | 8:39 WIB

K.H.R. Abdullah bin Nuh adalah seorang ulama Indonesia terkenal, sastrawan, penulis, pendidik dan pejuang kemerdekaan yang lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada tanggal 26 Robu’ul al-Tsani 1323 (30 Juni 1905) dan wafat di Bogor pada 3 Robi’ul al-Awwal 1408 (26 Oktober 1987).

Sejak kecil K.H.R. Abdullah bin Nuh memperoleh pendidikan agama dari ayahnya, K.H.R. Nuh bin Idris, seorang ulama di kota Cianjur, Jawa Barat. Disamping itu beliau masuk sekolah Al-I’anah yang didirikan oleh ayahnya. Dengan pendidikan tersebut beliau mampu berbicara dalam Bahasa Arab. Pada usia yang relatif muda beliau sudah menghafal kitab Nahwu Alfiyah (Tata Bahasa Arab Seribu Bait) di luar kepala. Beliau juga mempelajari sendiri bahasa Inggris dan Belanda.

 

Pada masa mudanya, K.H.R. Abdullah bin Nuh aktif mengajar di Hadramaut School, sekaligus menjadi redaktur Hadramaut, majalah mingguan edisi Bahasa Arab di Surabaya, Jawa Timur (1922-1926). Selanjutnya beliau aktif mengajar di Cianjur dan Bogor (1928-1943).

Ketika perjuangan Indonesia memuncak, K.H.R. Abdullah bin Nuh terjun langsung ke kancah perjuangan sebagai Daidanco. Beliau menjadi anggota Pembela Tanah Air atau PETA (1943-1945) untuk wlayah Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Sekitar tahun 1945-1946 beliau memimpin Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tahun 1948-1950 beliau menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Yogyakarta, Jawa Tengah, disamping sebagai kepala seksi siaran Bahasa Arab pada Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta dan dosen luar biasa dari Universitas Islam Indonesia (UII).

Pada tahun 1950-1964 K.H.R. Abdullah bin Nuh memegang jabatan sebagai kepala siaran Bahasa Arab pada RRI Jakarta. Kemudian beliau menjabat Lektor Kepala Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI). Tahun 1969 beliau mendirikan MAJLIS AL-GHAZALI dan pada 1 Muharam 1398 (29 Januari 1978) mendirikan MAJLIS AL-IHYA, kedua-duanya di Bogor. Di kedua tempat pendidikan ini beliau sebagai Sesepuh.

Di Bogor, K.H.R. Abdullah bin Nuh aktif melaksanakan kegiatan dakwah Islamiyah dan mendidik kader-kader ulama. Beliau juga menyempatkan diri untuk menghadiri pertemuan-pertemuan dan seminar-seminar Internasional tentang Islam di beberapa negara, antara lain Arab Saudi, Yordania, India, Irak, Iran, Australia, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Beliau juga ikut serta Konfrensi Islam Asia Afrika (KIAA) sebagai anggota panitia dan juru penerang yang terampil dan dinamis.

Keistimewaan K.H.R. Abdullah bin Nuh sebagai Ulama Indonesia adalah kemampuannya menciptakan syi’ir Arab secara langsung (Irtijalan) dalam berbagai bentuk dan tujuan, seperti syi’ir pujian dan ratapan. Syi’ir-syi’irnya telah dihimpun dalam Diwan ibn Nuh, berupa kasidah (118) kasidah yang terdiri dari 2731 bait. Semuanya dalam Bahasa Arab fsha (fasih) yang bernilai tinggi.

Karya tulis K.H.R. Abdullah bin Nuh yang terkenal adalah Kamus Indonesia-Arab-Inggris. Karya-karyanya yang lain ditulis dalam Bahasa Arab antara lain al-‘Alam al-Islami (Dunia Islam), fi Dzilalil Ka’bah al-Bait al-Harom (Dibawah Lindungan Ka’bah), La Thofiyyata fi al-Islam (Tidak Ada Sekte dalam Islam), Ana Muslim (Aku Seorang Muslim), Mu’allimu al-Arobiyyah (Guru Bahasa Arab), Al-Lu’lu al-Mantsur (Permata yang Bertebaran), Ahlan bi Ramadhan (Selamat Datang Bulan Ramadhan), Al-Tarawih (Shalat Tarawih), Al-Islam wa al-Syubhat al-‘Ashriyah (Islam dan Syubhat Modern) dan Al-Barohin (Argumentasi). Sedangkan karya-karya beliau yang ditulis dalam bahasa Indonesia adalah Cinta dan Bahagia, Zakat dan Dunia Modern, Ukhuwah Islamiyah, Tafsir Al-Qur’an, Studi Islam dan sejarah Islam di Jawa Barat Hingga Zaman Keemasan Banten serta dalam bahasa Sunda, seperti Lenyepaneun (Bahan Telaah Mendalam), dan Ringkasan Minhajul Abidin. Adapun karya terjemahan dari kitab Imam Al-Ghozali adalah Minhajul ‘Abidin (Jalan bagi Ahli Ibadah), Al-Munqidz min al-Dhalal (Pembebas dari Kesesatan), Akhlak (Bahasa Sunda), Panutan Agung (Sejarah Kanjeung Rasul SAW., Bahasa Sunda), Al-Dzikro (Peringatan; Bahasa Sunda) dan karya-karya lainnya.